Text
MINIMISASI OVERBREAK DAN UNDERBREAK PADA TEROWONGAN MELALUI PERMODELAN PREDIKTIF DAN OPTIMASI PARAMETER PELEDAKAN PADA TAMBANG BAWAH TANAH KUCING LIAR PT FREEPORT INDONESIA
Penelitian ini dilakukan di PT Freeport Indonesia (PTFI) yang terletak pada pegunungan Jaya Wijaya, Kecamatan Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Penelitian ini berfokus pada minimisasi overbreak dan underbreak dengan metode model prediksi pada kegiatan peledakan tambang bawah tanah pada fase development. Terowongan hasil peledakan sering kali mengalami perbedaan volume antara volume hasil peledakan dengan volume desain hasil peledakan, bertambahnya terowongan hasil peledakan disebut Overbreak dan berkurangnya volume terowongan disebut Underbreak, PTFI sendiri memiliki ambang batas overbreak dan underbreak pada angka 10%, pada bulan november 2024 rata – rata overbreak mencapai 11% dan underbreak 4%. Sehingga diperlukan analisis untuk mendapatkan beberapa parameter yang dapat menyebabkan overbreak dan underbreak
Parameter atau variabel yang dijadikan dasar untuk membuat model prediksi adalah klasifikasi massa batuan (Q – Value), Perimeter Powder Factor (PPF), dan Confinement Factor (C), dari Ketiga parameter kemudian akan dilakukan analisis multivariat sehingga diketahui koefisien dari masing masing parameter, hasil dari persamaan akan menentukan geometri peledakan pada bagian perimeter
Dari hasil analisis overbreak dan underbreak dapat diprediksi menggunakan persamaan OB% = -6.920 + (6.137*PPF) – (0.939*Q) + (69.527*C.) untuk overbreak dan UB% = 7.193 + (0.326*Q) – (1.668*PPF) – (7.448*C.) untuk underbreak dengan koefisien R2 0,69 untuk overbreak dan 0,47 untuk underbreak, yang diartikan model overbreak dipengaruhi 69% terhadap variabel independen dan untuk model underbreak dipengaruhi sebesar 47% terhadap variabel independen, dari hasil distribusi monte carlo sebanyak 5.000 kali rata – rata overbreak di angka 7,41% dan rata – rata underbreak pada angka 5,37%
Tidak tersedia versi lain