Text
PENGARUH GROUND VIBRATION TERHADAP KESTABILAN LERENG DI PIT BIMA KRESNA PT ARUTMIN INDONESIA TAMBANG SATUI, KABUPATEN TANAH BUMBU, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Getaran yang dihasilkan oleh kegiatan peledakan menjadi salah satu pemicu ketidakstabilan lereng di Pit Bima Kresna PT Arutmin Indonesia Tambang Satui. Kondisi tersebut dibuktikan dengan adanya longsoran baji di salah satu highwall pit tersebut yang terjadi pada 2 Desember 2021, tepat setelah kegiatan peledakan dilakukan (Swana & Fandrian, 2022).
Pada penelitian ini dilakukan untuk memperkirakan nilai getaran yang diterima oleh lereng yang diteliti yaitu Lereng Highwall Block 122 Pit Bima Kresna pendekatan yang dilakukan adalah menggunakan metode interpolasi atau perbandingan nilai hasil pengukuran pada jarak tertentu dengan jarak lokasi peledakan terhadap lokasi penelitian. Analisis kestabilan mengacu pada kondisi aktual lereng menggunakan material properties berupa data intect rock dan rock mass properties. Nilai Faktor Kestabilan (FK) hasil analisis kestabilan lereng kemudian dibandingakan dengan nilai FK yang direkomendasikan di dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM 1827 K/30/MEM/2018.
Dari hasil penelitian ini didapatkan persamaan yang dapat digunakan untuk memprediksi nilai PPA, amax serta pengaruhnya terhadap kestabilan lereng.
a. Hubungan PPA dengan SD
PPA=4.508,4×(????√????)−1,084
b. Hubungan nilai PPA dengan amax
amax = 0,65 x PPA
c. Hubungan amax terhadap kestabilan lereng (FK)
FK = 4,6104(amax2) - 2,874 (amax) + 1,3361
Dari ketiga persamaan tersebut peneliti dapat menganjurkan untuk jarak terdekat dari lokasi peledakan ke Lereng Highwall Block 122 Pit Bima Kresna yaitu 110 m, jumlah bahan peledak maksimal yang diizinkan meledak secara bersamaan agar kondisi kestabilan lereng dinamis tetap sesuai anjuran Kepmen adalah 1.460 kg.
Tidak tersedia versi lain