Text
OPTIMASI JENIS DAN DOSIS KOAGULAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH CIKARET DI PT ANEKA TAMBANG UBPE PONGKOR
PT Aneka Tambang Tbk Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor merupakan industri pertambangan yang bergerak di bidang pertambangan emas yang berlokasi di Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Saat ini, PT Aneka Tambang Tbk UBPE Pongkor melakukan optimasi proses pengolahan pada bagian tailing facility storage(TSF). Penerapan proses tailing facility storage menghasilkan limbah padat dan cair untuk limbah padat akan disimpan pada pembuangan akhir dan untuk limbah cair akan dikembalikan lagi pada sungai. Pada penerapan proses pengolahan limbah ini menghasilkan limbah cair dengan kekeruhan yang cukup tinggi dengan nilai 4000 mg/l yang dihasilkan setiap hari.
Untuk membantu proses pengurangan atau penurunan tingkat kekeruhan diperlukan penggunaan koagulan dan flokulan. Penggunaan koagulan dapat membantu mengikat atau membentuk partikel koloid tersuspensi yang tidak dapat mengendap menjadi fine floc. Selain itu, koagulan dapat meningkatkan kejernihan air yang keruh. Flokulan dapat mengikat fine flocs dan membentuk flocs yang berukuran besar dan dapat mempercepat penurunan partikel. Untuk mengatasi permasalahan yang ada, maka dilakukan uji pengendapan (Jar test) dalam skala laboratorium.
Pengujian uji pengendapan kekeruhan limbah dilakukan di Laboratorium Metalurgi PT Antam Tbk UBPE Pongkor. Pengujian dilakukan sebanyak empat kali, diawali dengan studi literatur, studi lapangan dan pengamatan proses, serta preparasi sampel limbah cair dan larutan koagulan maupun flokulan. Limbah cair diambil dari keluaran overflow pada tailing facility storage (TSF) , lalu dilakukan penyesuaian suspended solid berdasarkan parameter pengujian pada masing-masing percobaan. Percobaan dilakukan untuk mengetahui penggunaan koagulan yang efektif untuk pengolahan air limbah. Variabel pengujian yang digunakan yaitu jenis koagulan, dosis koagulan, dan variasi suspended solid.
Pengujian ini dilakukan untuk melihat perbedaan pengendapan yang terjadi dengan uji koagulasi menggunakan koagulan “X” dan koagulan “Y”. Setelah melakukan pengujian maka dihasilkan jenis dan dosis koagulan yang optimum.
Hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengendapan yang dilakukan pada salah satu sampel terjadi kejenuhan yang membuat suspended solid tidak dapat mengendap dengan sempurna dengan kata lain suspended solid masih diatas nilai ambang batas maksimum kekeruhan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (per) dengan nilai maksimum 200 ppm.
Tidak tersedia versi lain