Text
UNJUK KERJA PROSES ELECTRIC FURNACE PADA PELEBURAN BIJIH NIKEL DI SMELTER E PT INDONESIA WEDA BAY INDUSTRIAL PARK
Proses reduksi pada bijih nikel laterit dipengaruhi beberapa hal, salah satunya adalah proses reduksi yang meliputi posisi elektroda, suhu slag , umpan kalsin, perolehan slag dan perolehan FeNi yang menjadikan tujuan penelitian ini. Penelitian ini akan membahas U njuk K erja P roses P eleburan B ijih N ikel di S melter E PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT IWIP) yang berlokasi Desa Lelilef,
Kecamat an Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara. Proses peleburan bijih nikel PT IWIP menggunakan teknologi rotary kiln electric furnace (RKEF). Berdasarkan penelitian yang sudah pada sampel 1 daya aktif 41800 kWh dan umpan kalsin sek itar 91,4 ton dengan posisi elektroda awal yaitu 1041mm, 974mm, 1068mm menghasilkan suhu slag 1553 o C, sedangkan pada sampel 1 daya aktif 41900 kWh dan umpan kalsin 92,6 ton dengan posisi elektroda awal yaitu 846mm, 680mm, 864mm menghasilkan suhu slag 1541 o C. Pada sampel 2 daya aktif 43000 kWh dan umpan kalsin 89,2 ton dengan posisi elektroda awal yaitu 959mm, 830mm, 935mm menghasilkan suhu slag 1545 o C, sedangkan pada sampel 2 daya aktif 43500 kWh dan umpan kalsin 90,2 ton dengan posisi
elektroda awal yaitu 846mm, 680mm, 864mm menghasilkan suhu slag 1541 o C.
Oleh karena itu, ketika proses peleburan posisi elektroda rendah akan menghasilkan suhu slag yang rendah, begitu pula sebaliknya ketika proses peleburan posisi elektroda tinggi akan menghasilkan suhu slag yang tinggi.
Peningkatan temperatur tapping tidak menunjukkan pengaruh secara langsung
terhadap peningkatan berat nikel dalam crude ferronickel karena temperatur
tapping merupakan temperatur ketika crude ferronickel keluar dari furnace melalui
tapping hole . perolehan nikel pada poduk ferronickel terhadap temperatur tapping
dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu kandungan nikel pada umpan
kalsin, basisitas bijih dan temperatur proses proses.
Tidak tersedia versi lain