PERPUSTAKAAN POLITEKNIK ENERGI DAN PERTAMBANGAN BANDUNG

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of ANALISIS KEBUTUHAN ENERGI BERDASARKAN SUHU KALSIN PADA PROSES PELEBURAN NIKEL DI  SMELTER G PT INDONESIA WEDA BAY  INDUSTRIAL PARK (PT IWIP)
Penanda Bagikan

Text

ANALISIS KEBUTUHAN ENERGI BERDASARKAN SUHU KALSIN PADA PROSES PELEBURAN NIKEL DI SMELTER G PT INDONESIA WEDA BAY INDUSTRIAL PARK (PT IWIP)

KAISAR, Muhamad Rizki - Nama Orang;

Pengolahan nikel laterit dengan cara pirometalurgi dapat menghasilkan produk NPI (Nickel Pig Iron), Nickel Matte dan Ferronikel. Pengolahan nikel laterit di PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT IWIP) yaitu menggunakan teknologi RKEF (Rotary Kiln Electric Furnace). Proses pengolahan nikel diawali dengan pengeringan awal, kalsinasi dan peleburan. Kalsin yang dihasilkan dari proses
kalsinasi memiliki suhu 750°c-900°c. Rendah dan tingginya suhu kalsin dipengaruhi oleh pencampuran dan pembakaran yang terjadi pada saat proses kalsinasi. Perubahan suhu kalsin dapat mempengaruhi energi listrik yang dibutuhkan. Semakin tinggi suhu kalsin dapat mengurangi energi listrik yang dibutuhkan pada proses peleburan dengan metode Electric Furnace. Suhu kalisn
diatur pada 700°c sampai dengan 750°c di PT IWIP. Ketika suhu tidak mencukupi maka reaksi reduksi tidak optimal karena energi yang diperlukan tidak mencukupi. Energi yang di tetapkan berkisar 27.000 kWh sampai dengan 50.000 Kwh/jam. Maka dari itu perlu juga dikaji terkait parameter kemungkinan apabila dilakukan perubahan operasi untuk menurunkan energi peleburan. Penelitian dilakukan dengan cara pengolahan data dengan dua variabel mengenai suhu kalsin terhadap konsumsi energi pada proses peleburan, yang bertujuan untuk mengetahui hubungan suhu kalsin dan kebutuhan energi berdasarkan kadar nikel serta melihat kemungkinan parameter perubahan operasi untuk menurunkan konsumsi energi. Adapun batasan masalah dalam penelitian ini yaitu penelitian ini dilakukan pada PT Indonesia Weda Bay Industrial Park area smelter G hanya untuk mengetahui proses pengolahan bijih saprolit menjadi Nikel Pig Iron (NPI) yang berfokus pada menganalisis dan menentukan hubungan antara suhu kalsin terhadap energi yang digunakan pada proses peleburan Electric Furnace berdasarkan kadar bijih nikel yang sama tanpa memperhatikan pengaruh dari
kadar nikel tersebut dan dari perubahan suhu kalsin serta cara alur produksi tidak dapat dirubah. Proses penelitian hanya berpaku pada data operasional tertulis yang ada di lapangan.

Data diambil dari data operasional pada Smelter G jalur 28 Ferronickel Plant dari bulan November 2022 sampai dengan Januari 2023. Pengolahan data ini diawali dengan pengelompokan variabel kadar nikel (1,57%, 1,59%, 1,63%, 1,69%, 1,8%, dan 1,85%), suhu kalsin dan konsumsi energi pada electric furnace sehingga dibuat dalam suatu grafik scatter untuk mengetahui hubungan dari variabel
tersebut. Berdasarkan data dan garafik tersebut memiliki hubungan antara suhu kalsin terhadap energi peleburan ketika suhu kalsin rendah diangka 680°c, mengkonsumsi energi listrik yang lebih tinggi melebihi 50.000 kWh pada proses peleburan. Sedangkan dengan suhu kalsin diatas 680°c sampai dengan 750°c konsumsi energi pada proses peleburan menurun dibawah 50.000 kWh. Berdasarkan penurunan konsumsi energi tersebut maka dengan meningkatkan suhu kalsin dapat menurunkan konsumsi energi pada proses peleburan.

Berdasarkan peningkatan suhu kalsin tersbut maka parameter kemungkinan dapat terjadinya peningkatan pada suhu kalsin tersebut harus diperhatikan seiring jika akan dilakukan perubahan operasinal. Parameter-parameter yang harus diperhatikan antara lain penambahan batubara pada mixing plant, pembakaran bada area burner kiln dan control cooling area rotary kiln. Untuk melanjutkan penelitian yang lebih dalam dapat dilakukan penelitian lebih lanjut yaitu dengan analisa penyebab terjadinya perubahan pada suhu kalsin, pengaruh kadar nikel terhadap perubahan konsumsi energi peleburan serta analisa keekonomian apabila perubahan energi dilakukan.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi REF 669 KAI a
TA0129
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
REF 669 KAI a
Penerbit
Bandung : PEP Bandung; 2023., 2023
Deskripsi Fisik
xi, 68 hlm., 29.5 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
REF 669
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Tugas Akhir
Teknologi Metalurgi
Info Detail Spesifik
D3 - Teknologi Metalurgi 2020
Pernyataan Tanggungjawab
Muhamad Rizki Kaisar
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN POLITEKNIK ENERGI DAN PERTAMBANGAN BANDUNG
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?