PERPUSTAKAAN POLITEKNIK ENERGI DAN PERTAMBANGAN BANDUNG

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of KARAKTERISTIK KIMIA DAN MINERALOGI ENDAPAN BAUKSIT LATERIT DI DESA X, KABUPATEN SANGGAU, KALIMANTAN BARAT
Penanda Bagikan

Text

KARAKTERISTIK KIMIA DAN MINERALOGI ENDAPAN BAUKSIT LATERIT DI DESA X, KABUPATEN SANGGAU, KALIMANTAN BARAT

PERMATASARI, Aisha - Nama Orang;

Geologi Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Sanggau tersusun oleh batuan asam hingga intermediet yang berumur Kapur Bawah dengan kondisi tektonik yang stabil sehingga memenuhi persyaratan terbentuknya bauksit dengan skala yang ekonomis. Penelitian dilakukan di Desa X, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui karakteristik laterit bauksit di daerah penelitian.
Metode pengambilan sampel dilakukan dengan pemetaan geologi dan metoda sumur uji (test pit). Sebanyak 5 sampel bauksit diambil mewakili masing – masing batuan induk yaitu granodirit, diorit kuarsa, dan tonalit. Analisis kimia menggunakan XRF untuk mendapatkan kadar Al2O3, RSiO2, TSiO2, dan Fe2O3. Analisis XRD untuk mendapatkan komposisi mineral pada bauksit. Analisis petrografi pada 4 sampel batuan dasar dan 2 sampel konkresi bauksit untuk mendapatkan tekstur dan komposisi. Analisis mineragrafi pada 2 sampel konkresi bauksit untuk mengetahui mengetahui himpunan mineral bijih pada bauksit laterit dan pola pada konkresi bauksit.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan batuan dasar menghasilkan karakteristik megaskopis yang berbeda pada bauksit. Bauksit tersusun oleh mineral kuarsa, gibbsit, kaolinit, hematit, biotit, boehmit, goetit, diaspor, muskovit, klorit, dan magnetit, setiap zona memiliki kelimpahan yang berbeda-beda. Pada bauksit dengan batuan dasar granodiorit didapatkan kadar 16,63%-52,56% Al2O3; 14,5%-66,69% TSiO2; 0,47%-10,2% RSiO2; dan 3,56%-32,92% Fe2O3. Sampel konkresi bauksit yang telah dicuci menghasilkan TSiO2 memiliki tingkat hubungan sangat kuat, berkorelasi negatif, dan memiliki pengaruh terhadap Al2O3. Sedangkan RSiO2 mempunyai tingkat hubungan sangat rendah dan tidak memiliki hubungan dengan Al2O3.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi REF 551 PER k
TA0161
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
REF 551 PER k
Penerbit
Bandung : PEP Bandung; 2024., 2024
Deskripsi Fisik
xiii, 96 hlmn.; 29.5 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
REF 551
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Tugas Akhir
Teknologi Geologi
Info Detail Spesifik
D3 - Teknologi Geologi 2021
Pernyataan Tanggungjawab
Aisha Permatasari
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN POLITEKNIK ENERGI DAN PERTAMBANGAN BANDUNG
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?